Kamis, 02 Juni 2016

PACAR 5 HARI

Minggu, 5 Februari 2012
“tok…tok…tok….”
“Assalamualaikum”
Terdengar suara dari yg cukup ku kenal, ya benar mereka adalah Robby dan Rieki –partner ku di kantor. Robby adalah supervisor ku dan Rieky bisa dibilang seorang bodyguard nya aku (udah kayak puteri aja ya), soalnya mama suruh dy jagain aku kalo lagi tugas lapangan.
Tapi, mereka ternyata membawa seorang pria bertubuh atletis lengkap dg kacamata tebalnya. Robby mengenalkan dia padaku, namanya Surya, tapi dia meminta ku untuk memanggilnya “Uyy” atau “Uyha”, mungkin untuk lebih akrab lagi.


Uyha berencana bekerja di perusahaan tempat kami bekerja selama dia tengah menunggu proses pemanggilan dari surat lamaran kerja di tempat yg dia inginkan. Dan aku ditugaskan untuk menjadi guide dia.

Esoknya dia datang ke rumah pagi2 sekali, aku bahkan baru selesai mandi. Dia menungguku di luar. Setelah semua siap, aku pun pergi kerja bersama dia. Jalan pagi, naik angkot sama-sama. Mungkin terlihat agak romantis, tapi kami hanya sebatas teman –masa itu.


Hari demi hari aku lewati, Uyha bahkan sering curhat masalah pribadi dia sama aku, aku ngga tahu apa alasan dia begitu percaya padaku padahal hubungan pertemanan kami tidak lebih dari 1 minggu.


Dia selalu cerita tentang pacar nya yg terkadang sulit dy mengerti, hubungan mereka sudah cukup lama, bertahun lamanya. Sebagai seorang teman aku hanya bisa menjadi pendengar dan pemberi saran yg menurut ku terbaik untuk dia.

Selasa, 14 Februari 2012, Valentine days, buat kita-kita anak muda ini adalah moment tepat buat ngasih hadiah sama orang yg kita sayang, hmmm…kecuali aku yg sama sekali ngga punya pacar.


kamu suka coklat gg ?”
 Sender : Uyha

Terkejut dan “speechless” pokoknya, kenapa juga dia nanya itu sama aku ?
Hmmm…tanpa pikir yang muluk-muluk aku jawab iyya aja.
Siang itu dia datang ke rumah dan “Happy Valentine Days” ucapnya dengan senyum simpul di bibir kecilnya sambil ngasihin coklat sama aku. Hampir tiap saat dia sms aku, sekalipun cuma di jadiin tempat curhat, itsokay daripada handphone aku jd bangke ..hahahahha

Kamis,16 Februari 2012, Hari itu aku ama Uyha berencana untuk resign dan ngambil ijazah yg kantor simpan sebagai jaminan pas kita masih jadi pegawai disana. Dari kantor Uyha ngajakin aku jalan kaki buat beli syal dari batik yg ada dijual di pinggiran jalan dimana angkot yg biasa kita naikin lewat. Sekalian pergi supermarket buat beli bandana.

Karena jalan menuju rumah masih jauh, kita trus naik angkot. Sampai di depan gang rumah kami, aku ama Uyha beli bakso, dan setelah itu…. “jeng…jeng…jeng….” Aku papasan ama cewe yg muka nya merah banget, kayak abis nangis gitu, trus aku liat Uyha malah nyamperin cewe itu, mereka berantem hebat di jalan itu, aku cuma bisa diem jadi penonton.

Uyha cerita ama aku kalo ternyata mereka putus, what ???aku ngga nyangka bgt, tp apa mau dikata itu mngkin jalan cerita mereka. Kebayang ngga sih, tadi malemnya tuh kamu diputusin trus besoknya kamu datang ke rumah cowok kamu dan dia ngga ada, eh malah papasan di jalan lagi jalan sama cewek lain yg belum lama dikenal ama cowok kamu itu. Nyesek pasti nya kn??? Dan aku ada di posisi cewek itu.

Senin,20 Februari 2012, (HARI ke-1 Jadian) Seperti biasanya, setelah keluar dari tempat kerja sebelumnya aku pergi ke rumah tetangga buat bantu2 packing kue2 gitu deh, Adzan Ashar berkumandang,aku pun pulang ke rumah karena Uyha rencananya mau maen.

Aku ngga punya pirasat apa2 sebelumnya kalo ternyata selama ini Uyha menyimpan perasaan ama aku, dia nembak aku, dia bilang dia syg dan semacamnya lah … entah hantu dari mana atau jgn2 aku terhipnotis, spontan aku bilang “IYYA” padahal dia sendiri ngga yakin kalo aku punya perasaan sama dia.
Okay, satu malam telah berlalu, hubungan kami masih baik2 saja.

Selasa, 21 Februari 2012, (HARI ke-2 Jadian)“Happy Birthday” itu yg teman2 aku ucapin, di FB dan sms. Mamah juga buatin kue bolu. Siang2 ngantuk trus tidur di sofa. Ngga kerasa ada yg elus2 kening, sambil bisikkin “bangun sayang”, kaget setengah mati, pas buka mata depan muka ada Uyha lgi nungguin aku bangun.  Seharian dia di rumah nemenin aku.

Kamis, 23 Februari 2012, (HARI ke-4 Jadian). Hari hari aku lalui bareng sama Uyha, bukan rasa cinta yg tumbuh, malah kita jadi lebih sering berantem, mungkin karena ego ku atau dia yg mungkin terlalu memaksakan diri pada kebiasaan dengan pacarnya dulu. Aku tetap bertahan, mungkin butuh proses.


Jum’at, 24 Februari 2012, (HARI ke-5 Jadian). Kekesalanku memuncak, aku putus sama Uyha. Aku rasa terlalu cepat untuk merajut cinta dengan seseorang yg baru aku kenal. Uyha kecewa, tapi dia tetep berusaha untuk tidak memutuskan tali silahturahmi di antara kami.

Saling berkirim pesan singkat dan dia masih dengan sikap2 seolah kita masih ada hubungan spesial. Sampai akhirnya dia cerita dia balikan lagi sama mantannya itu dg alasan mantannya selalu main ke rumah dia dan ibu dia memaksanya untuk menerima dia kembali. Aku hanya mengiyakan saja. Mungkin sedikit tidak peduli atau mungkin aku sudah merasa menyimpan hati sama dia. Entahlah.

Dia masih selalu datang ke rumah, sekedar say hai dan bahkan saat dia telah mendapatkan pekerjaan baru, dia selalu mampir ke rumah dulu. Kita bercengkrama seolah tak ada batasan kalau kami hanya sebatas teman, dia bahkan menganggapku selayaknya perempuan dia, saat-saat dimana ibu dan ayah pergi ke luar kota, dia pun rela jalan kaki dari rumah nya hanya untuk menemani malamku.

Kamis, 15 Maret 2012, (Balikan lagi). Mungkin dia sudah mulai galau, mendapati cewek nya selingkuh dengan sahabat dia sendiri. Aku sebagai seorang teman memang kecewa dan menyuruhnya untuk segera melupakan cewek itu, bukan maksud ingin menempati ruang hati dia lagi. Tapi malam itu dia mengajakku kembali merajut cinta, karena kali ini aku rasa aku memang sudah mulai menyayangi dia, aku terima dia dan kami akhirnya memiliki status pasangan kekasih.

Meskipun aku sudah yakin akan perasaan itu, ternyata Tuhan berkehendak lain, selang beberapa hari, tidak ada hujan tidak ada angin, hubungan kami masih baik2 saja. Pagi2 sekali aku mendapati sebuah pesan singkat dari dia.

“Maafin Uy kalo Uy pernah salah sama Vie, Uy gg bisa bohongin perasaan Uy lagi, Uy masih sayang bgt sama cewek Uy, Uy pengen kita PUTUS. Kalo Vie gg maafin Uy, Uy terima koq. Aslmkm.”
Sender : Uyha

Bagai kena petir di siang bolong tuh emng bener kali yaa, aku terkejut dan menangis sekuat-kuatnya, kenapa saat aku sudah yakin dan mulai belajar mencintai dia malah buat aku seperti ini. Aku coba untuk setegar mungkin, menjawab dg sebijak-bijaknya, sampe dia ngerasa salah banget dan menyesal karena telah menyia-nyiakan aku.

Siang hari setelah dia putusin aku, entah sengaja atau ngga, dia lewat depan rumahku dg membonceng perempuan itu. Masya Allah, secepat itu dia bisa berubah pikiran.
Rasa itu memang terus mati, kekecewaan membesar, mengakar dan mungkin tidak akan pernah aku lupakan seumur hidup aku.

Aku pikir setelah kejadian itu dia akan menjauhi aku, tapi ternyata tidak, dia memintaku menemani dia makan nasi goreng di depan gang rumah. Aku dg wajah tanpa kesedihan berharap dia berpikir bahwa dia bukan segalanya untukku mencoba untuk tetap supel, tetap menjadi orang yang menyenangkan.

Dan itu terbukti sampe dia seolah-olah menjadikan ku pacar simpanan dia, dia ngga bisa lepasin dia dan dia ngga bisa hidup tanpa aku.  Ahahhaha lebayy…


Yahh,,,nama nya juga bangkai busuk, ujung2nya ya kecium juga, ceweknya ngamuk, marah dg nada2 dan kata2 kasar sumpah serapah keluar dan sampai di handpone ku. Kalau sampai bertemu mungkin sudah saling jambak rambut, dari situ aku sudah mulai menghindari Uyha, dan mau ngga mau Uyha pun tidak bisa berbuat lebih.

Satu bulan setelah kejadian kami memang lost contact, Uyha memang selalu lewat depan rumah ku, karena rumahku adalah satu2nya jalan alternatif kalo mau keluar ke jalan raya. Tapi semenjak itu kami bahkan tidak pernah bertegur sapa, sekalipun Uyha memandangku, aku sudah menganggap semua yg terjadi adalah mimpi buruk.